Sabtu, 17 November 2012

Sejarah Musik Metal Di Indonesia


Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah.

sepintas sejarah musik hardcore

Munculnya musik Hardcore pada tahun 1970-an.Hardcore awalnya berasal dari musik punk, ada 3 Band yang awalnya membentuk aliran musik hardcore ini. Musik Hardcore ini juga banyak disebut sebagai musik underground karena kebanyakan komunitas musik ini tidak dipublikasikan ke masyarakat dan khlayak luas. Orang tidak akan mengenal siapa sajayang ada di musik Hardcore ini karena tidak mempunyai karakter yang subjektif, musik punk disini dapat dipublikasikan dan dapat dikenal dari ciri khas dan gaya - gaya mereka. dan dikomunitas Hardcore ini tidak memandang profesi siapa dan darimana asal serta umur orang itu.
 Di aliran musik ini terdiri dari 3 Band yang mendirikannya, Pertama yaitu Bad Brain yang menyebarkan aliran Hardcore dengan mengadakan konser - konser disebagian kota, sehingga musik Hardcore dapat dikenal oleh khalayak dan masyarakat luas.Kemudian yang kedua yaitu ada Bad Flag, mereka membentuk aliran ini dengan merubah aransemen lagu step - step menjadi lebih cepat, sehingga Hardcore mempunyai karakter musik sendiri.dan ketiga adalah Minor Threat pada Band ini yang membedakan antara musik Punk dan Hardcore dengan menyerukan straight age pada komunitasnya yaitu dengan mengajak komunitas Hardcore untuk hidup lebih positif karena pada era tahun 1970-an tersebut banyak pemuda yang menyukai aliran punk yang meninggal dunia dengan sia - sia dikarenakan Narkoba. Minor Threat mengajak bahwa Hardcore yang beraliran keras bukan berarti harus memakai dan menggunakan Narkoba. Straight Age yang kemudian pecah menjadi 2 bagian,yaitu bagian positif yaitu pengikut dari Vegetarian sampai tidak yang merokok, sedangkan bagian yang Negatif kebalikannya.

Rabu, 07 November 2012

THIRTEEN

Thirteen in the form in mid-2006, Raynard and Bondry meet and want to make a project band that is different from existing ones, and this is the early formation Thirteen itself. Is Raynard (scream / growl), Bondry (guitar), Echa (guitar), Dicky (Bass), Adit (drums), and then we felt the need to nuance keys or synth then go Rudy (Keys / Synth). Originally named "Devil May Cry" but because that name is the name of a game, so we have to find another name. And at that time was our name changed to "Thirteen". At its beginning we often play / cover song from The Devil Wears Prada, Enter Shikari, Horse The Band, etc, therefore they indirectly influence our music to make the song even though each has influenced and personnel play a different character different and we do not restrict each personnel in expressing the idea of making songs. Over the months after the release of their debut album "It's All About Party, Music & Friendship" in 2008, Echa (guitar) out of "Thirteen". Since that time we decided to continue walking with the formation of 5 people, namely Raynard (scream / growl), Bondry (guitar), Dicky (bass), Rudy (keys / synth). 
In mid-2009 Rudye (keys / synth) decided to exit from Thirteen due to her wish to continue college studies. And in 2011 Dicky decided to exit from Thirteen, some time later we found 2 other earth creatures, namely Jodi (Bass & clean VOC), and Eponk (keys / synth) With the formation of this now we will still give the music a different color, with still a few music elements such as Metal, Post Hardcore, Pop, Punk, Disco, Trance, Drum & Bass, etc. Or you cans Called it "Whatevercore"





sumber :  http://www.reverbnation.com/thirteen13